October 28, 2026
Peringati World Cancer Day, Program Studi Patologi Anatomi FK Unhas dan Makassar Cancer Care Community Gelar Talkshow "Kisah Para Penyintas"

Peringati World Cancer Day, Program Studi Patologi Anatomi FK Unhas dan Makassar Cancer Care Community Gelar Talkshow "Kisah Para Penyintas"

MAKASSAR — Departemen Patologi Anatomik Fakultas Kedokteran Universitas Hasanuddin (FK Unhas) bekerja sama dengan Makassar Cancer Care Community (MC3) menggelar talkshow interaktif bertajuk “World Cancer Day 2026: United by Unique Voices — Stories of Cancer Survivors” atau “Kisah Para Penyintas & Talkshow Interaktif” pada Kamis (29/1/2026) di Museum La Galigo, Fort Rotterdam, Makassar. Kegiatan yang didukung oleh Union for International Cancer Control (UICC) ini berlangsung pukul 09.30–12.00 WITA dan dihadiri sekitar 75 peserta dari masyarakat umum, mahasiswa, keluarga pasien/penyintas kanker, komunitas peduli kanker, hingga tenaga kesehatan.

Talkshow menghadirkan Prof. dr. Upik Anderiani Miskad, Ph.D., Sp.PA(K), dari Program Studi Ilmu Patologi Anatomik FK Unhas beserta tim, bersama Prof. Dr. Dra. Nurlina Subair, M.Si., sebagai narasumber. Acara dibuka dengan pemaparan materi edukasi mengenai kanker, dilanjutkan dengan sesi “Kisah Para Penyintas” yang menghadirkan dua hingga tiga penyintas kanker untuk berbagi pengalaman pribadi mereka menjalani masa pengobatan hingga pemulihan, dipandu oleh moderator. Rangkaian acara ditutup dengan sesi diskusi dan tanya jawab interaktif antara peserta, penyintas, dan narasumber, sebelum pemberian cenderamata kepada narasumber serta foto bersama seluruh panitia dan peserta.

Kegiatan ini digagas untuk menjawab masih rendahnya pemahaman masyarakat mengenai kanker serta kuatnya stigma terhadap penderita maupun penyintas kanker di Indonesia. Berdasarkan data Global Cancer Observatory (GLOBOCAN), beban kanker secara nasional terus meningkat setiap tahun, dengan kanker payudara dan kanker serviks menjadi jenis yang paling banyak ditemukan pada perempuan, sementara kanker paru dan kanker kolorektal paling banyak ditemukan pada laki-laki. Stigma yang berkembang di masyarakat, seperti anggapan bahwa kanker selalu berujung kematian, kerap membuat penderita maupun penyintas enggan terbuka mengenai kondisinya sehingga rentan mengalami isolasi sosial dan tekanan psikologis tambahan.

Melalui pendekatan experiential learning, kisah nyata para penyintas yang disampaikan langsung dalam format talkshow interaktif diharapkan dapat menjadi sumber edukasi sekaligus inspirasi bagi masyarakat luas, membangun sikap yang lebih suportif terhadap penderita dan penyintas kanker, serta mendorong kesadaran akan pentingnya deteksi dini. Peserta yang hadir terpantau antusias mengikuti seluruh rangkaian acara, terlihat dari aktifnya sesi tanya jawab hingga akhir kegiatan.Kegiatan ini merupakan salah satu wujud pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi oleh Departemen Patologi Anatomik FK Unhas di bidang pengabdian kepada masyarakat. Ke depan, kegiatan sosialisasi serupa terkait Cancer Awareness Month di Makassar direncanakan dapat dilaksanakan secara lebih rutin agar jangkauan edukasi kepada masyarakat semakin luas